Penyebab Terjadinya Penyakit Diabetes Militus

Hubungan Usia Penderita Dengan Penyakit DM Tipe 2 

DM Tipe 2 biasanya terjadi setelah usia 30 tahun dan semakin sering terjadi setelah usia 40 tahun, selanjutnya terus meningkat pada usia lanjut. Usia lanjut yang megalami gangguan toleransi glukosa mencapai 50-92%. Sekitar 6% individu berusia 54-64 tahun dan 11 % individu > 65 tahun menderita DM tipe 2. 

Gold Berd dan Coon dalam Rochman (2006) menyatakan bahwa usia sangat erat kaitannya dengan terjadinya penaikan kadar glukosa darah, sehingga semakin meningkat usia maka pervalensi diabetes dan gangguan toleransi glukosa semakin tinggi. 

http://ayuarifahharianja.blogspot.com/Dari data yang telah dikumpulakan didapati Odd Ratio pada hubungan usia dengan penderita DM Tipe 2 adalah 18,4. Artinya benar bahwa usia merupakan faktro resiko terjadinya penyakit DM Tipe 2. Hubungan usia dengan penyakit DM Tipe 2 pada analisa bivariat diperoleh hasil Chi-square yakni p value = 0,01. Nilai p value secara statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia dengan penyakit DM Tipe 2. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mansur Syah (2011), dikarenakan pada usia diatas 40 tahun manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun lebih cepat. 

DM sering muncul setelah memasuki usia tersebut, terutama setelah usia 45 tahun. Usia dapat menyebabkan resistensi insulin pada DM Tipe 2 yang disebabkan oleh kelainan atau berkurangnya molekul insulin. 


Hubungan Jenis Kelamin Terhadap Terjadinya DM TIPE 2 

Dari data yang telah dikumpulakan didapati Odd Ratio pada hubungan jenis kelamin dengan penderita DM Tipe 2 adalah 2,03. Artinya benar bahwa jenis kelamin merupakan faktro resiko terjadinya penyakit DM Tipe 2. Hubungan jenis kelamin dengan penyakit DM Tipe 2 pada analisa bivariat diperoleh hasil Chi-square yakni p value = 0,01. Nilai p value secara statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan penyakit DM Tepe 2. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ade Romadona (2011), dikarenakan segian faktor yang dapat mempertinggi resiko DM Tipe 2 yang dialami perempuan, seperti riwayat kehamilan dengan berat badan lahir bayi > 4 kg, riwayat DM selama kehamilan, obesitas, pengguanaan kontrasepsi oral dan tingkat stress yang cukup tinggi.

0 comments:

Post a Comment

 

Ilmu Kesehatan | Blog Yang Berkaitan Dinul Islami