Pengaruh Umur Terhadap Kesehatan

Hubungan Umur Terhadap Tingkat Keparahan 

Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karateristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variable yang paling berhubungan yaitu Umur dan Kebiasaan merokok yang berhubungan terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Dari hasil penelitian yang saya lakukan, bahwa umur sangat mempengaruhi terjadinya gagal ginjal kronik. Apabila umur penderita lebih dari 40 tahun, maka dinding arteri akan mengalami penebalan karena adanya penumpukan zat kimia yang semakin lama semakin bertambah, serta berkurangnya aktifitas yang dilakukan penderita dan makanan yang dikonsumsi pada umur 40 tahun menyebabkan penumpukan dan pembangkitan penyumbat peredaran darah ke jantung tidak lancar. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa pen
http://ayuarifahharianja.blogspot.com/
derita dengan kebiasaan merokok yang berisiko mengisap rokok yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Dengan demikian secara nyata dampak rokok berhubungan terhadap kejadian gagal ginjal kronik akan muncul kurang lebih setelah berusia lebih dari 40 tahun. 

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Yulinda (2002) di RSU Dr.Pirngadi Medan, yang menyatakan bahwa penderita gagal ginjal kronik meningkat secara nyata pada kelompok umur > 40 tahun yaitu (64,4 %). 


Hubungan Jenis Kelamin terhadap tingkat keparahan 

Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karateristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Jenis Kelamin terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita terhadap jenis kelamin sering dijumpain pada laki-laki di karenakan hormone estrogen yang dimiliki laki-laki bersifat anti oksidan 20 dari studi komparatif (Choi dkk,2001). 

Hubungan Pekerjaan terhadap tingkat keparahan 


Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karakteristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Pekerjaan terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita berdasarkan pekerjaan yang berat akan mengalami penebalan karena adanya penumpukan zat kimia yang semakin lama semakin bertambah, serta kurangnya pergerakan yang dilakukan penderita, penumpukan dan mengakibatkan penyumbatan pada darah sehingga terjadinya gagal ginjal kronik dan pekerjaan dapat berdampak pada kelemahan kemampuan kognitif serta kemampuan membuat keputusan yang menyebabkan kelebihan beban mental (Oktora, 2007). 


Hubungan Obesitas terhadap tingkat keparahan 

Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karateristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Obesitas terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita berdasarkan obesitas sangat berhubungan dengan gagal ginjal kronik dikarenakan lebih resisten terhadap peningkatan kadar leptin, volume ekspansi, sesak waktu tidur dan bila peningkatan tekanan darah tidak dikontrol akan mempercepat ginjal kehilangan fungsi (Ronco dkk, 2008). 

Hubungan Pola Makan terhadap tingkat keparahan 


Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karakteristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua variabel yang paling berhubungan yaitu Pola Makan terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita berdasarkan pola makan yang sehat tentunya mengandung semua unsure gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, baik protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air dan menghindari makanan yang berpengawet dan mengurangi makanan yang bersantan (Wafiq Hisyam, 2007). Dari kuesioner yang dibagikan kepada responden lebih banyak menjawab pertanyaan pola makan.

Hubungan Aktifitas Fisik terhadap tingkat keparahan 


Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karakteristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Aktifitas Fisik terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita dengan aktifitas fisik yang dilakukan secara tidak teratur cenderung meningkat risiko menderita gagal ginjal kronik adalah individu yang lebih banyak duduk, latihan fisik tidak mencapai 30 menit dengan aktifitas minimal 3 kali seminggu (Ramadhan, 2008). Dari kuesioner yang dibagikan kepada responden lebih banyak menjawab pertanyaan aktifitas fisik.


Hubungan Kebiasaan Merokok terhadap tingkat keparahan 


Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karakteristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Kebiasaan Merokok terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita dengan kebiasaan merokok yang berisiko dengan menghisap rokok lebih dari 10 batang/ hari yang menyebabkan tekanan darah dengan demikian secara nyata dampak rokok berpengaruh terhadap gagal ginjal kronik. Dikarenakan beberapa zat kimia dalam rokok bersifat kumulatif (Shankar dkk, 2006). Dari kuesioner yang diberikan kepada responden lebih banyak menjawab pertanyaan kebiasaan merokok dari jawaban nomor 1, 2, 4. 

Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Alkohol terhadap tingkat keparahan 


Setelah dilakukan penelitian, didapatlah data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, dan analisa data Dari 8 Variabel hubungan Karakteristik Individu dan Pola Hidup terhadap Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diteliti hanya dua Variabel yang paling berhubungan yaitu Kebiasaan Mengkonsumsi Alkohol terhadap kejadian gagal ginjal kronik. 

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penderita dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dapat mempengaruhi sistem tubuh, menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan penyakit, kelenjar endokrin yang mana minimum 2 atau 3 gelas alkohol dapat menyebabkan kematian ( Ayers, 2007). Dari kuesioner yang dibagikan kepada responden lebih banyak menjawab pertanyaan kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

Analisis Bivariat


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan karekteristik Individu dan Pola Hidup Terhadap Keparahan penyakit Gagal Ginjal Kronik di RSU Dr.Pirngadi Medan. Untuk mengetahui hubungan tersebut telah dilakukan uji statistik yang disajikan pada table berikut : 

Tabel Hubungan karekteristik Terhadap Tingkat Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik 
Di RSU Dr.Pirngadi Medan
No
Variabel
Tingkat keparahan
Tingkat tidak keparahan
P
N
%
N
%
1
Umur
<40
>40




0,000
(23,35)
1
1,6
10
15,9
43
98,4
9
84,1
Total
44
100
19
100
2
Jenis Kelamin
Laki-Laki
Perempuan




0,012
(6,264)
13
50,8
12
19,0
31
49,2
7
81,0
Total
44
100
19
100
3
Pekerjaan
Bekerja
Tidak Bekerja




0,000
(18,909)
38
60,3
6
79,4
6
39,7
13
20,6
Total
44
100
19
100
4
Obesitas
Obesitas
Tidak Obesitas




0,000
(20,474)
40
63,5
7
81,0
4
36,5
12
19,0
Total
44
100
19
100

Tabel Hubungan Pola Hidup Terhadap Tingkat Keparahan 
Penyakit Gagal Ginjal Kronik Di RSU Dr.Pirngadi Medan
No
Variabel
Tingkat keparahan
Tingkat tidak keparahan
P
N
%
N
%
1
Pola hidup
Teratur
Tidak teratur




0,000
(26,376)
2
33,3
12
19,0
42
66,7
7
81,0
Total
44
100
19
100
2
Aktifitas fisik
Berat
Tidak berat




0,000
(29,846)
42
66,7
6
79,4
2
33,3
13
20,6
Total
44
100
19
100
3
Kebiasaan merokok
merokok
Tidak merokok




0,000
(29,846)
42
66,7
6
79,4
2
33,3
13
20,6
Total
44
100
19
100
4
Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi alkohol
Tidak mengkonsumsi alkohol




0,000
(37,734)
41
65,1
3
74,6
3
34,9
16
25,4
Total
44
100
19
100


Dari tabel diatas, Dapat dilihat dari 2 Variabel yaitu Karekteristik Individu dan Pola Hidup yang dilakukan dengan analisa Bivariat. Dari Variabel Karekteristik Individu yang berhubungan adalah Umur dapat dilihat bahwa dari 44 Responden yang menderita gagal ginjal kronik lebih banyak pada umur > 40 Tahun sebanyak 43 (98,4 %) sedangkan dari 19 Responden yang tidak menderita gagal ginjal kronik responden yang berada pada umur < 40 Tahun (15,9%). Berdasarkan Analisa Bivariat dengan uji Chi-square di peroleh P = 0,000 yang berarti ada hubungan yang bermakna secara Statistik antar Umur dengan kejadian penyakit gagal ginjal kronik pada pasien di RSU Dr. Pirngadi Medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Jenis kelamin yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 31 orang ( 50,8 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,012 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Pekerjaan yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 38 orang ( 60,3 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Obesitas yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 40 orang ( 63,5 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara obesitas terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari tabel 4.10 diatas, variabel pola hidup yang berhubungan dengan pola makan yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pola makan terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan aktifitas fisik yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara aktifitas fisik terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan kebiasaan merokok yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan merokok terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 41 orang ( 65,1%), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan mengkonsumsi alkohol terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan.
 

Ilmu Kesehatan | Blog Yang Berkaitan Dinul Islami