Analisis Bivariat


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan karekteristik Individu dan Pola Hidup Terhadap Keparahan penyakit Gagal Ginjal Kronik di RSU Dr.Pirngadi Medan. Untuk mengetahui hubungan tersebut telah dilakukan uji statistik yang disajikan pada table berikut : 

Tabel Hubungan karekteristik Terhadap Tingkat Keparahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik 
Di RSU Dr.Pirngadi Medan
No
Variabel
Tingkat keparahan
Tingkat tidak keparahan
P
N
%
N
%
1
Umur
<40
>40




0,000
(23,35)
1
1,6
10
15,9
43
98,4
9
84,1
Total
44
100
19
100
2
Jenis Kelamin
Laki-Laki
Perempuan




0,012
(6,264)
13
50,8
12
19,0
31
49,2
7
81,0
Total
44
100
19
100
3
Pekerjaan
Bekerja
Tidak Bekerja




0,000
(18,909)
38
60,3
6
79,4
6
39,7
13
20,6
Total
44
100
19
100
4
Obesitas
Obesitas
Tidak Obesitas




0,000
(20,474)
40
63,5
7
81,0
4
36,5
12
19,0
Total
44
100
19
100

Tabel Hubungan Pola Hidup Terhadap Tingkat Keparahan 
Penyakit Gagal Ginjal Kronik Di RSU Dr.Pirngadi Medan
No
Variabel
Tingkat keparahan
Tingkat tidak keparahan
P
N
%
N
%
1
Pola hidup
Teratur
Tidak teratur




0,000
(26,376)
2
33,3
12
19,0
42
66,7
7
81,0
Total
44
100
19
100
2
Aktifitas fisik
Berat
Tidak berat




0,000
(29,846)
42
66,7
6
79,4
2
33,3
13
20,6
Total
44
100
19
100
3
Kebiasaan merokok
merokok
Tidak merokok




0,000
(29,846)
42
66,7
6
79,4
2
33,3
13
20,6
Total
44
100
19
100
4
Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi alkohol
Tidak mengkonsumsi alkohol




0,000
(37,734)
41
65,1
3
74,6
3
34,9
16
25,4
Total
44
100
19
100


Dari tabel diatas, Dapat dilihat dari 2 Variabel yaitu Karekteristik Individu dan Pola Hidup yang dilakukan dengan analisa Bivariat. Dari Variabel Karekteristik Individu yang berhubungan adalah Umur dapat dilihat bahwa dari 44 Responden yang menderita gagal ginjal kronik lebih banyak pada umur > 40 Tahun sebanyak 43 (98,4 %) sedangkan dari 19 Responden yang tidak menderita gagal ginjal kronik responden yang berada pada umur < 40 Tahun (15,9%). Berdasarkan Analisa Bivariat dengan uji Chi-square di peroleh P = 0,000 yang berarti ada hubungan yang bermakna secara Statistik antar Umur dengan kejadian penyakit gagal ginjal kronik pada pasien di RSU Dr. Pirngadi Medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Jenis kelamin yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 31 orang ( 50,8 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,012 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Pekerjaan yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 38 orang ( 60,3 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pekerjaan terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel karakteristik yang berhubungan terhadap Obesitas yang dapat dilihat bahwa 44 orang responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan jenis kelamin yang berisiko sebanyak 40 orang ( 63,5 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara obesitas terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari tabel 4.10 diatas, variabel pola hidup yang berhubungan dengan pola makan yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pola makan terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan aktifitas fisik yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara aktifitas fisik terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan kebiasaan merokok yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 42 orang ( 66,7 %), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan merokok terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan. 

Dan dari variabel pola hidup yang berhubungan dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol yang dapat dilihat bahwa dari 44 responden di dapatkan penderita gagal ginjal kronik yang lebih banyak menderita gagal ginjal kronik dengan pola makan yang berisiko sebanyak 41 orang ( 65,1%), Berdasarkan analisa bivariat dengan uji chi- square di peroleh P = 0,000 yang berakti ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kebiasaan mengkonsumsi alkohol terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSU Dr.Pirngadi medan.

0 comments:

Post a Comment

 

Ilmu Kesehatan | Blog Yang Berkaitan Dinul Islami