Cara Mengobati Campak

Cara Mengobati Campak (gabak)

Penyakit campak di akibatkan oleh virus campak bernama paramiksovirus, virus ini dan amat dengan mudah menular. Gabag atau lebih familiar disebut juga campak lebih umum menyerang anak di usia dibawah 10 tahun namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa pun tidak luput serangan penyakit ini.

Gejala-gejala penyakit campak diantaranya pada tubuh keluar bintik-bintik kecil, sering bersin-bersin serta ingusan, gatal, demam, mata merah dan berair serta peka terhadap adanya cahaya.
Cara penularan campak pada umumnya ditularkan ketika seseorang menyedot virus campak yang ditularkan lewat batuk atau di saat lagi bersin melalui udara oleh orang yang telah terinfeksi sebelumnya. Campak adalah di antara salah satu jenis penyakit yang sangat gampang ditularkan. Sedangkan pencegahan campak bisa kita lakukan dengan melakukan imunisasi secara teratur pada anak-anak.

Cukup banyak bahan alami yang bisa dimanfaatkan dalam proses pengobatan campak sedang untuk melakukan pengobatan bisa dilakukan dengan ramuan herbal tradisional berikut ini :

Bahan yang diperlukan 1 genggam daun asam, 7 jari rimpang kunyit dan gula enau secukupnya.

Cara membuat ramuan :
  1. Daun asam serta kunyit digodok, sesudah dingin saring terus diminum dengan ditambah gula enau secukupnya.
  2. Minumlah dengan teratur 2-3 kali sehari
Bahan lainya :
  • 5 gram adas, asam trengguli 20 gram, bawang merah 7 gram, pulosari 8 gram, temu giring 9 gram, gula aren 15 gram dan air 400 cc.
Cara membuat ramuan :
  1. Ke semua jenis bahan direbus terkecuali bawang merah di parut. Selanjutnya air ramuan ini diminuman setiap hari dengan teratur.
  2. Mengobati campak pada bayi bisa dilakukan dengan biji buah nangka ( artocarpus heterophyllus ) dan air.
  3. Cara meramu : rebus biji buah nangka sampai mendidih, kemudian saring air rebusan serta tiriskan. Ramuan siap di gunakan. Minumkan ramuan sehari 2 kali, pagi sore. Lakukan dengan teratur.
  4. Obat herbal untuk penyakit campak lainya adalah : daun asam muda ( tamarindus indica ) dan kunyit ( curcuma domestica )
  5. Cara meramunya cukup gampang yakni dengan menumbuk sampai halus daun asam muda serta kunyit secukupnya. Selanjutnya balurkan ramuan pada tubuh pasien dan lakukan secara teratur.
  6. Ramuan ini digunakan sebagai obat luar untuk obat pembasmi gatal yang disebabkan oleh penularan penyakit campak.
  7. Pengobatan campak terakhir bisa anda lakukan menggunakan bahan dari ubi kayu atau yang lebih dikenal dengan singkong. Caranya ambilah tiga buah singkong kupas kulitnya dahulu kemudian dicuci sampai bersih kemudian parut singkong tersebut untuk diambil sarinya dengan cara diperas atau disaring sebelumnya.
  8. Gunakan sari air singkong serta tambahkan 1 loyang air untuk mandi, namun sebelumnya hangatkan terlebih dahulu. Rendam sang anak dalam ramuan tersebut kurang lebih 10 sampai 15 menit, ingat jangan sampai digosok kulitnya.
  9. Sedangkan sari perasan ubi singkon lainya bisa digunakan buat bedak untuk kulit, untuk memperoleh hasil yang maksimakl sebaiknya sebaiknya dilakukan setiap hari. Nah semoga beberapa ramuan alami diatas bisa membantu untuk mengobati penyakit campak.

Cara Mengobati Cacar Air

Cara Mengobati dan Merawat Cacar Air - Cacar air biasanya diawali dengan timbulnya demam ringan, sakit kepala, pilek, nafsu makan berkurang, dan munculnya bintik merah pada kulit yang berbentuk gelembung dan berisi cairan (ruam). Ruam tersebut umumny
a terasa gatal dan nyeri. Banyak yang beranggapan kalau cacar air hanya akan menyerang satu kali seumur hidup, padahal cacar air dapat menyerang kembali jika cacar air belum sembuh total atau cacar air dalam tubuh belum keluar semua.

Perawatan Cacar Air
Untuk merawat penderita cacar air, simak tips berikut :

Mandi dengan air hangat.
  1. Taburi bedak anti gatal pada bagian kulit yang terkena cacar.
  2. Ganti baju lebih sering.
  3. Jangan menggaruk bagian yang terkena cacar.
  4. Usahakan jangan sampai terkena angin.
Langkah yang harus dilakukan :
  1. Cara Pertama Kalian bisa mengambil air kelapa muda dan dicampur dengan madu lalu diminum.
  2. Memakan buah semangka, entah apa khasiatnya namun banyak orang tua bilang obat cacar yaitu mengkonsumsi semangka.
  3. Meminum minuman bersoda seperti cola, Setelah minum ini badan terasa panas dan cacar yang belum keluar akan cepat timbul jadi prosesnya lebih cepat.
Obat Tradisional Cacar Air
Untuk mengobati cacar air, dapat menggunakan resep obat herbal berikut:

Obat Cacar Air (Topikal)
Untuk pemakain luar, gunakan campuran kunyit dengan daun asam jawa secukupnya yang sebelumnya telah dicuci dan dihaluskan. Kemudian oleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Obat Cacar (Oral)
Untuk obat minum, dapat menggunakan 2 buah mengkudu matang yang telah di jus. Lalu minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.

Semoga resep obat tradisional cacar air ini bermanfaat bagi kalian yang tengah mengalami cacar air. Berikut saya juga menginformasikan bagaimana Cara Alami Agar Cacar Air Tidak Membekas, silahkan disimak :

Cara Alami Agar Cacar Air Tidak Membekas
1. Jagung muda
Dari semua cara, parutan jagung muda dikenal paling ampuh dan paling cepat dalam mencegah cacar membekas. Pilih jagung yang masih muda, kemudian parut. Balurkan parutan jagung muda di bagian wajah dan tubuh yang terkena cacar, gunakan seperti memakai bedak dingin. Biarkan selama beberapa saat, hingga parutan agak mengering, kemudian bersihkan.

2. Kacang hijau
Rendam kacang hijau dalam air hingga mengembang, tiriskan kemudian tumbuk. Oleskan pada wajah dan bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mempercepat pemulihan kulit. Biarkan selama beberapa saat, kemudian bilas.

3. Lada
Tenang saja, walaupun lada memberikan rasa panas dan pedas saat dimakan, namun tidak perih kok saat dioleskan ke luka. Cara pengobatannya, bersihkan luka dengan air bersih yang dicampur anti gatal, kemudian taburi dengan lada bubuk.

4. Madu
Kabarnya, madu bisa menghilangkan bekas luka cacar. Madu mengandung antibakteri alami dan juga nutrisi yang baik untuk kesehatan kulit. Sehingga mengoleskan madu pada bekas luka diyakini bisa membuatnya cepat pulih.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Cara Mengobati Diare

Cara mengobati diare secara alami menggunakan ramuan tradisional bisa anda buat sendiri di rumah dengan bahan daun maupun buah-buahan. Obat herbal untuk diare atau mencret sudah banyak dimanfaatkan oleh orang indonesia dari jaman dahulu karena memang kekayaan alam yang sangat berlimpah. Penyakit diare akut bisa diderita oleh siapa saja baik orang dewasa maupun anak bayi. 


Rasa sakit perut yang teramat sangat merupakan ciri-ciri penyakit diare sedangkan efek yang ditimbulkan setelah sembuh adalah tubuh terasa lemas, kurang bertenaga serta berat badan menurun drastis.

Tips mengobati diare akut yang tidak bisa disembuhkan dengan obat biasa sebenarnya dapat diatasi memakai ramuan herbal yang mudah dibuat. Umumnya, penyebab penyakit diare adalah bakteri, jamur maupun virus yang menyerang sistem pencernaan tubuh melalui media makanan atau minuman.

Pencegahan diare secara sederhana bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan tangandan mencuci buah maupun sayur yang akan dimakan. Cara mengobati diare yang benar agar cepat sembuh hendaknya disesuaikan parah tidaknya serta umur penderita.

Cara mengatasi diare menggunakan oralit merupakan pertolongan pertama sebagai langkah awal dalam mengobati penyakit diare. Anda bisa memperoleh larutan oralit di puskesmas terdekat atau membuat sendiri dengan bahan-bahan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dapur kemudian dilarutkan ke dalam satu gelas air matang.

Cara Mengobati Diare Secara Alami Dengan Ramuan Tradisional
Buah dan daun jambu biji

Tanaman jambu biji sudah terkenal ampuh dan manjur untuk mengobati diare secara alami dan cepat. Anda bisa memakan secara langsung buah jambu biji yang masih muda atau mengkonsumsi pucuk daun jambu biji bersama dengan garam dapur. Obat tradisional diare ini akan bekerja secara langsung untuk menghentikan rasa sakit di perut.

Cara mengobati diare akut

Khasiat daun randu (daun kapuk) untuk mengatasi masalah diare akut memang belum banyak diketahui. Kandungan hidrat arang, zat penyamak dan damar di dalamnya bisa menjadi ramuan herbal obat diare.
Cara membuatnya adalah menumbuk daun sampai halus lalu peras airnya kemudian campurkan dengan air matang ½ gelas dan garam secukupnya. Minum secara teratur 3 kali sehari sampai diare sembuh.

Ramuan alami daun singkong
Daun singkong yang masih mudah bisa anda temukan dengan mudah di sekitar rumah anda. Selain untuk dimasak, daun ini juga berguna untuk mengobati diare secara alami. Siapkan satu ikat daun singkong muda lalu rebus dengan 4 gelas air. Setelah air tersisa 2 gelas, angkat dinginkan. Minum ramuan alami obat diare tersebut 2 kali sehari pagi dan malam.

Cara mengobati diare pada bayi

Salah satu khasiat buah sirsak untuk kesehatan adalah mengatasi penyakit diare pada anak. Rasa buah yang tidak pahit tentu sangat membantu saat anda memberikan obat diare alami dari buah sirsak. Siapkan buah yang sudah matang kemudian peras airnya, minumkan 2 – 3 sendok makan pada bayi yang mengalami diare.

Tips mengatasi masalah diare

Saat anda terserang diare, tubuh akan banyak kehilangan cairan sehingga lemas tidak bertenaga. Minum air putih sebanyak mungkinberguna untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Anda juga bisa meminum jus blewah yang banyak mengandung isotonik agar kesehatan tubuh cepat pulih serta berat badan tidak turun secara drastis.
Cara alami mengobati diare dengan ramuan tradisional sudah terbukti manjur untuk menyembuhkan penyakit diare yang anda derita. Pola hidup sehat dengan selalu menjaga kesehatan tangan maupun makanan bisa mencegah munculnya masalah diare.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Cara Mengobati Sakit Gigi

Setidaknya ada beberapa cara mengobati sakit gigi berlubang secara alami yang bisa anda lakukan sendiri dirumah. Perlu anda ketahui terlebih dulu bahwa sakit gigi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya yakni kerusakan gigi, gusi bengkak, s
indrom gigi retak, dan juga tidak terawatnya kesehatan gigi anda. Nah jika anda sudah mengetahui beberapa penyebab tersebut tentunya anda bisa terhindar dari yang namanya sakit gigi. Namun, untuk anda yang sudah terlanjur mengalami sakit gigi, mungkin beberapa cara mengobati sakit gigi berikut ini bisa membantu anda untuk mengurangi rasa sakitnya.

Blog Bicara Lifestyle kali ini akan memberikan beberapa cara mengobati sakit gigi secara alami. Bahan yang digunakan pun termasuk gampang kita temukan disekitar kita. Bahan tersebut diantaranya yakni bawang putih dan merah, minyak cengkeh, daun jambu biji, merica, garam, dan lainnya. Tanpa perlu panjang lebar lagi berikut ini beberapa cara mengobati sakit gigi berlubang secara alami tersebut.

Cara Mengobati Sakit Gigi ada 6 Cara mengobati sakit gigi berlubang secara alami.

1. Dengan Merica
Anda dapat membuat pasta dari merica untuk meredakan sakit gigi anda. Caranya, campurkan merica dan garam dalam jumlah yang sama. Lalu campur dengan beberapa tetes air untuk membuat pasta tersebut. Setelah jadi, oleskan pasta tersebut langsung pada gigi yang sakit, diamkan selama beberapa menit. Anda dapat mengulangi proses atau cara mengobati sakit gigi ini setiap hari.

2. Dengan Daun Jambu Biji
Caranya sangat mudah, anda cukup ambil daun jambu biji 4-5 lembar, kemudian godok daun tersebut dalam segelas air, lalu tambahkan garam. Dan gunakan airnya untuk berkumur.

3. Dengan Bawang Merah
Ternyata bawang merah mempunyai sifat antimikroba dan antiseptik yang dapat anda gunakan untuk mengontrol sakit gigi. Caranya sangat gampang, yakni oleskan sepotong bawang merah mentah langsung pada bagian gigi yang sakit. Tindakan ini akan membantu dalam membunuh kuman penyebab infeksi.

4. Dengan Bawang Putih
Caranya, ambil satu siung bawang putih, kemudian tumbuk dan campurkan garam. Setelah itu gunakan hasil tumbukan atau ramuan tersebut dengan cara dioleskan langsung pada bagian gigi yang sakit. Anda dapat mengulangi perawatan ini selama beberapa hari.

5. Dengan Minyak Cengkeh
Ternyata cengkeh juga sangat efektif dalam mengurangi sakit gigi. Hal ini karena cengkeh memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, anti-bakteri dan anestesi yang membantu mengurangi sakit gigi. Caranya, teteskan sendikit minyak cengkeh pada kapas, kemudian tempelkan pada bagian gigi yang sakit. Selain itu, anda juga dapat mencampur beberapa tetes minyak cengkeh kedalam gelas diisi setengah kemudian digunakan untuk berkumur.

6. Dengan Garam
Salah satu cara mengobati sakit gigi paling gampang yakni dengan menggunakan garam. Caranya, larutkan garam dalam segelas air. Kemudian gunakan campuran tersebut untuk berkumur. Berkumurlan setidaknya sampai anda merasa nyaman dan sakit gigi anda sudah berkurang. Ingat, campuran ini hanya untuk berkumur saja, jangan sampai diminum.
Anda dapat memilih satu atau beberapa cara mengobati sakit gigi berlubang secara alamidiatas. Dengan bahan-bahan yang alami dan mudah ditemukan tersebut tentunya akan lebih aman ketimbang memakai bahan kimia. Mungkin cukup sekian dulu untuk ulasan cara mengobati sakit gigi berlubang kali ini dan semoga bermanfaat.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Cara Mengobati Penyakit Diabetes

Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.
Cara Mengobati Diabetes Secara Tradisional – Sebuah penelitian mengatakan, sering tidur siang 50 persen lebih mungkin untuk memiliki diabetes tipe-2 dibandingkan mereka yang tidak. Dalam penelitian di Inggris tersebut mengamati hampir 20.000 pria dan wanita di Cina, di mana tidur siang merupakan hal umum dan biasa biasa dilakukan secara teratur setiap hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidur siang dapat menganggu sistem metabolisme tertentu yang bisa memengaruhi resistensi insulin dan kadar glukosa darah.

Beberapa Mitos Mengenai Penyakit Diabetes Mellitus yang telah terpecahkan faktanya :
  1. Mitos : Diabetes bukan penyakit yang serius.
  2. Fakta : Diabetes merupakan penyakit yang lebih mengancam nyawa ketimbang penyakit kanker payudara dan AIDS. Dua dari tiga penderita diabetes di kemudian hari dapat mengalami komplikasi penyakit hati dan stroke.
  3. Mitos : Jika orangtua Anda mengalami diabetes, Anda pasti akan terkena diabetes mellitus.
  4. Fakta : Memang ada faktor genetik pada penyakit diabetes, namun masih banyak faktor lainnya yang memainkan peran khususnya pola gaya hidup seseorang. Jika seseorang menjaga dengan baik kondisi gaya hidupnya dan rajin berolahraga, maka ia belum tentu mengalami diabetes.
  5. Mitos : Penderita diabetes pantang makan makanan manis.
  6. Fakta : Bila makanan manis itu tergolong makanan yang menyehatkan, tidak ada pantangan untuk mengkonsumsinya asal diiringi dengan olahraga dan lagi, porsinya yang harus selalu dicermati agar tidak berlebihan.

Kosmetik Berbahaya

Tampil cantik merupakan harapan sebagian besar wanita. Namun keinginan ini dimanfaatkan sebagian produsen dengan memasarkan produk kosmetik tanpa izin edar (TIE) dan mengandung bahan berbahaya.
Hal ini terbukti dari temuan BPOM RI sebanyak 74.067 produk dari 4.232 jenis kosmetik TIE dan mengandung bahan berbahaya. Walaupun menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya, masyarakat harus tetap mewaspadai peredaran produk kosmetik ini di lingkungannya.

Kosmetik Berbahaya
Add caption
"Pengawasan kita tidak bisa 100 persen. Masyarakat tetap harus berhati-hati," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Kompeten BPOM RI, T. Bahdar J. Hamid, pada temu media Kosmetik Berbahaya di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Untuk menghindari risiko zat berbahaya dari penggunaan kosmetik ilegal, Bahdar memberikan beberapa kiat. Langkah kehati-hatian ini harus diterapkan dalam setiap memilih kosmetika:

1. Jangan pilih yang berkemasan rusak
Kemasan yang rusak menandakan kosmetik tersebut mudah terpapar bahan berbahaya dari lingkungan sekitar. Membeli produk berkemasan rusak, akan meningkatkan risiko terpapar bahan berbahaya

2. Cek label
Label kosmetik yang baik, kata Bahdar, sedikitnya memuat tiga hal. Yaitu aturan pakai, peringatan atau efek samping, dan nomer notifikasi ijin edar.
"Kosmetik yang baik memuat aturan cara pakai yang benar. Misal setelah penggunaan krim malam jangan keluar rumah. Sama seperti kosmetik yang mengandung asam hialuronat (AH) karena bisa menimbulkan panas dan pengelupasan, bila terpapar cahaya matahari," kata dia.
Label kemasan sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini supaya konsumen mengerti benar kandungan, efek, dan cara pemakaian.

3. Mengecek di situs BPOM RI
"Cek selalu di situs BPOM RI untuk kosmetik yang sudah memperoleh izin edar. Mulai Januari daftar ini sudah memuat nomer notifikasi izin edar," kata Bahdar. Situs BPOM RI adalah www.pom.go.id.
Kosmetik yang sudah memperoleh izin edar bisa dipastikan aman untuk digunakan. Hal ini dikarenakan produk sudah melalui tes yang ditetapkan BPOM RI terkait bahan, produksi, dan pengemasan. Kosmetik ini juga dipastikan menggunakan label berbahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti. Sampai saat ini diperkirakan ada 400 produk kosmetik yang terdaftar di situs BPOM RI.

4. Waspadai pengelupasan
Penggunaan kosmetik biasanya menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Salah satu efeknya adalah pengelupasan kulit. Terkait hal ini, Bahdar memperingatkan, tidak semua pengelupasan menandakan kosmetik berkualitas baik atau sedang berproses dalam kulit.

"Kosmetik berkualitas baik umumnya tidak menimbulkan pengelupasan. Sementara kosmetik yang berbahaya mengakibatkan pengelupasan atau kulit memerah. Kalau sudah begini sebaiknya segera ke dokter," kata Bahdar.
Penanganan segera memungkinkan pengguna kosmetik terpapar seminimal mungkin efek negatif kosmetik berbahaya. Selanjutnya pengguna diharapkan tidak mengulangi pemakaian kosmetik yang sama.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Cara Konsumsi Ace Maxs yang baik dan benar

Untuk memperoleh hasil dan manfaat yang maksimal dari obat herbal ace maxs ini, anda perlu mengetahui dosis yang tepat dan cara konsumsi ace maxs yang baik dan benar.

Berikut ini cara konsumsi obat ace maxs yang perlu anda ikuti:
  1. Kocok dahulu sebelum diminum dan sisanya disimpan dalam kulkas (atau dalam tempat kering serta tidak tersorot sinar matahari langsung).
  2. Untuk menjaga kesehatan, cukup 30 ml perhari sebelum tidur. 
  3. Jika kondisi fisik lemah, minumlah 2 x 30 ml (malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun tidur) dan jika kondisi sakit, minumlah 3 x 30 ml ( pagi, siang dan malam sebelum tidur).
  4. Untuk awet muda, meningkatkan stamina, hormon serta libido pria dan wanita, minumlah 5 x 30 ml perhari.
  5. Selama masa penyembuhan dianjurkan minum air putih lebih banyak, minimal 8 (delapan) gelas per hari.
  6. Untuk usia 6 s/d 35 tahun, cukup 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari.
  7. Untuk usia 35 tahun ke atas, minum 2 kali sehari selama 3 bulan pertama dan untuk selanjutnya cukup diminum 1 kali sehari.
" ACE MAXS EFEKTIF DI KONSUMSI 1 JAM SETELAH MAKAN "
Catatan :
Untuk anda yang sedang mengkonsumsi obat dokter, disarankan untuk memberikan jeda waktu antara konsumsi ACE MAX‘S dan obat dokter. Minimalnya 2 jam setelah konsumsi obat dokter.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Ramuan Tradisisonal Asam Urat

Traditional ingredients uric acid is one of the best options for treating gout , it is not without reason , in addition to potent treatment of gout uric acid with traditional ingredients well with no side effects . There are a wide variety of traditional ingredients uratdengan acid base material different from that berbahankan plants ( herbs ) , fruits until the berbahankan of the contents contained in the animal .

The traditional ingredients of uric acid plant commonly used , are of bitter plant , sidaguri , cat whiskers , bay leaves and willow . The manufacturing process is fairly easy simply by boiling the leaves and drinking water and the cooking results .

Well then how about the traditional ingredients of animal uric acid ? whether there are animals that can be utilized to treat gout ? certainly there and baboons have proven efficacy . For more details refer to the following explanation .

Traditional herb Uric Acid Jelly Gamat Gold G
Sea cucumbers or gamat are animals that live on the ocean floor and have long been utilized for traditional ingredients uric acid . In the history of traditional Chinese sea cucumber has been used since more than 1000 years ago to help deal with complaints such as wound healing , relieve pain in the joints , improving blood circulation and is generally consumed as a special dish to maintain health . If the first to feel the benefits of sea cucumbers must make every effort to find and cultivate it yourself , now you do not have to bother to look for and the process itself of sea cucumbers .

Been present jelly gamat gold g 's health products processed sea cucumber Stichopus variegatus cider one of the most valuable species of sea cucumbers with the nutrients and healing properties the highest among all species of Sea Cucumber . Selected species has golden color ( golden ) which has been proven since hundreds of years ago has helped a wide range of benefits and efficacy of health and beauty problems .

The reason why traditional herb jelly uric acid gamat gold g potent treat gout , which is the jelly gamat g contained gold content of natural collagen that is able to activate the enzyme that is more active urikase break down uric acid into allantoin , uric acid thus does not accumulate and cause arthritis . The content of chondroitin sulfate that is capable memulikan joint disease , is a substance which contains glucosamine antithrombogenik facilitating the circulation of blood to clot and other ingredients such as minerals , omega 3 and CGF ( cell growth factor ) will work synergistically and gradually , regenerate cells , alleviate complaints , and the ultimately improve health conditions .

Research Dr. Kurk Mittchell of Biomedical Revitalization Center , New York , United States , shows sea cucumbers efficacious for improving the physical health of 70 % of people with arthritis due to uric acid . This is due to glucosamine stimulates the body to secrete synovial fluid for joint lubrication . According to Dr. Zen Djaja MD , physician in Malang , East Java , animals Holothuriidae family members that contain fatty acids 12 - MTA alias metthyltetradecanoic acid .

In addition to the contents in , there is another feature that is contained in the jelly gamat g gold as a traditional herb uric acid , there Gamapeptide content which is only found in species of Stichopus variegatus . Gamapeptide useful to prevent inflammation , reduce pain , accelerate wound healing 3x , enable growth and activate cells , making the skin more youthful and enhance the beauty , emotions stabilize , maintain blood circulation . A variety of content and efficacy of traditional herbs contained in uric acid jelly g gold gamat explains traditional herb jelly uric acid gold g gamat best solution to help cure gout .

See also the other article by clicking CLICK below :

Ramuan Tradisional Mengobati Darah Tinggi

http://peluangusahamakro.blogspot.com/Ramuan tradisional darah tinggi  Mengobati tekanan darah tinggi dengan mengkonsumsi ramuan tradisional yang berasal dari alam merupakan salah satu pilihan terbaik. Selain karena tanaman-tanaman herbal berkhasiat sangat berlimpah di Indonesia ini, pengobatan darah tinggi dengan ramuan herbal jelas lebih aman dan jarang menimbulkan efek samping dibandingkan dengan konsumsi obat-obat medis. Berikut adalah tanaman-tanaman yang berkhasiat untuk dijadikan sebagai ramuan tradisional darah tinggi:


Mengkudu
Bahan: 
- 2 buah mengkudu (Morinda citrifolia) masak langsung dari pohon
- Satu sendok makan madu

Cara Membuat
- Peras buah mengkudu, ambil airnya. Campur dengan madu, aduk merata dan saring
- Minum tiap 2 hari sekali.

Daun Meniran
Bahan
- Daun meniran ¼ genggam
- Air matang ½ cangkir

Cara Membuat
- Daun meniran ditumbuk dan digiling halus. Tambahkan air, lalu peras dan saring.
- Minum 2-3 x 1 hari. Ramuan diminum sekali habis.

Bunga Rosella
Bahan
- 3 kelopak bunga rosella kering
- Air panas

Cara Membuat
- Seduh herbal rosella dengan air panas, jangan tambahkan gula.
- Minum 2 x 1 hari, selama 1 bulan.

Daun Seledri
Bahan
- Daun seledri (Apium graveolens) secukupnya
- Air secukupnya

Cara Membuat
- Cuci seledri sampai bersih, tambahkan sedikit air, remas-remas dengan tangan, peras, saring. Minum 3 x 1 hari sebanyak 2 sendok makan secara rutin.

Belimbing
Bahan
- Buah belimbing wuluh 5 buah

Cara Membuat
- Cuci buah belimbing wuluh sampai bersih. lalu parut, peras dan ambil airnya.
- Minum 1-2 x hari.

Kulit Manggis
Bahan
- Kulit Manggis yang telah dibersihkan

Cara Membuat
- Ambil 1-3 buah kulit manggis, kerok lalu diblender/juicer. Agar manis tambahkan madu secukupnya, bisa juga ditambah gula aren atau gula merah/jawa.
- Anda bisa meminumnya sebanyak 3 kali sehari, sebanyak 3-4 sendok setelah makan.

Daun Sirsak
Bahan
- 10 lembar daun sirsak
- 2 atau 3 siung bawang putih (di iris tipis)

Cara Membuat
- Rebus semua bahan tersebut di atas dengan mengunakan air sebanyak 3 gelas
- Rebus hingga tersisa 1 – 2 gelas
- Lalu saring air rebusan tersebut
- Biarkan hingga hangat-hangat kuku, dan diminum 2 kali sehari
Nah itulah ramuan tradisional darah tinggi yang bisa menjadi alternatif untuk menurunkan tekanan darah tinggi kembali normal. Jika tanaman-tanaman tersebut ada di sekitar rumah anda, maka anda bisa segera mencoba membuat ramuan tersebut.

Produk Ramuan Tradisional Darah Tinggi Rekomendasi Kami
Bagi anda yang kesulitan membuat ramuan-ramuan di atas atau anda tidak memiliki waktu yang cukup, maka kami tawarkan kepada sebuah produk ramuan tradisional darah tinggi yang praktis siap minum yaitu Ace Maxs. Ace Maxs merupakan ramuan tradisional yang telah dikemas secara modern, diproses secara teliti dan higienis sehingga tetap terjaga kealamiaannya. Ramuan tradisional darah tinggi Ace Maxs terbuat dari perpaduan ekstrak Kulit Manggis dan Daun Sirsakdimana keduanya memiliki manfaat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

KULIT MANGGIS mengandung senyawa Xanthone yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Xanthone juga dapat menguatkan dinding pembuluh darah, mengontrol tekanan darah secara efektif sehingga tekanan darah dapat normal kembali. Sementara itu, DAUN SIRSAK juga berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi dan menekan aktifitas jantung. Hampir sama dengan Kulit Manggis, Daun Sirsak juga berkhasiat untuk melenturkan pembuluh darah, dan melebarkan pembuluh darah.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Prosedur Operasi

Persiapan pasien Preoperative 
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan meliputi berikut ini.
  1. Preoperative memakai hexachlorophane banyak digunakan di Swedia tetapi tidak di tempat lain; subyek mandi dua kali pada hari sebelum dan sekali pada hari operasi. Ini telah terbukti mengurangi kejadian infeksi luka. Praktek bekas pembungkus anggota badan, sebelum operasi vaskuler, di dressing povidone-iodine belum terbukti mengurangi tingkat infeksi.
  2. Tinggal di rumah sakit tidak terlalu lama pra operasi adalah penting, ini mengurangi baik kehadiran bakteri patogen pada kulit dan timbulnya carrier hidung (Staphylococcus aureus) di antara pasien di bangsal.
  3. Skrining preoperative dengan swabbing dari kulit dan hidung mahal, dan belum terbukti telah mengubah hasil dalam hal infeksi.
  4. Mencukur – trauma cukur diragukan lagi hasil di laserasi pada kulit, yang dapat meningkatkan tingkat infeksi, lebih disukai untuk menggunakan gunting atau, idealnya, pencabutan krim tetapi yang terakhir mahal.
  5. Transportasi – nilai troli sebagai lawan transportasi di tempat tidur belum terbukti untuk mengubah tingkat infeksi; sama, nilai transfer troli, yaitu menjaga satu troli untuk luar ruang operasi dan satu untuk penggunaan di dalam ruang operasi, dan penggunaan tikar lengket di pintu masuk teater telah terbukti sebagai langkah-langkah efektif.

Persiapan Kulit 
Sebelum kedatangan di ruang operasi kulit dari tempat operasi harus dicuci dengan sabun deterjen. Ini baik membersihkan dan degreases kulit. Dalam ruang operasi solusi antiseptik, biasanya dari deterjen berbasis alkohol seperti chlorhexidine atau povidone-iodine, memberikan desinfeksi optimal. Larutan harus dibiarkan hingga kering untuk memaksimalkan pengurangan bakteri, dan sisa larutan alkohol, seperti terjadi pada umbilikus atau di perineum, harus kering sepenuhnya, jika tidak akan terjadi bahaya kombusio dengan penggunaan diatermi . Vagina dan perineum harus dibersihkan dengan air dan larutan chlorhexidine cetrimide. Tirai plastik adhesive secara luas digunakan dan memiliki keuntungan baik menjaga tirai katun atau kain di tempat, tetapi tidak ada bukti bahwa mereka mengurangi kejadian infeksi luka.

Prosedur
Standar Tinggi asepsis dalam ruang operasi permintaan protokol atau panduan yang jelas berkenaan dengan pelaksanaan operasi, dan harus dipantau oleh kepala ruang operasi. Kinerja yang tepat dari operasi menjamin keamanan bagi ahli bedah, pasien dan staf.
Instrumen harus ditangani sedemikian rupa untuk menghindari cedera pada pasien dan staf.
  • Benda tajam harus disimpan pada penerima dan dibuang secara aman menggunakan wadah tertutup.
  • Instrumen tidak boleh ditinggalkan di tirai di mana mereka langsung bisa melukai pasien atau kerusakan tirai, melanggar asepsis.
  • instrumen sekali pakai, terutama dengan darah yang terkontaminasi, harus dibuang dengan aman dalam wadah berlabel.
  • Instrumen harus terjaga sehingga tidak ada cairan tubuh pada instrumen setelah mencuci.
  • Jumlah awal sebelum dilakukan operasi, instrumen harus diperiksa sehingga semua sendi, mur, sekrup dan permukaan slide satu sama lain bersih dengan tidak detritus, dan bergerak bebas.
  • Kasa harus dihitung dengan hati-hati dan disimpan dalam rak plastik khusus berisi ‘kantong.

Prosedur berisiko tinggi infeksi 
Sekali lagi, harus ada protokol untuk penanganan darah dan cairan tubuh dalam rangka mengurangi risiko auto-infeksi dan infeksi silang, untuk virus hepatitis B danC , HIV dan cytomegalovirus; tindakan pencegahan tersebut sangat penting pada pasien yang mengalami infeksi yang sudah ada atau yang imunosupresi.

Tindakan umum meliputi:
  • Pendidikan staf agar mereka sepenuhnya sadar bahwa ada sebuah program vaksinasi penuh untuk hepatitis B;
  • Ketersediaan saran untuk staf dalam hal cedera.
  • Langkah-langkah praktis termasuk:
  • Mengidentifikasi pasien berisiko tinggi pada daftar operasi;
  • Pengurangan jumlah staf di ruang operasi ;
  • Penghapusan semua peralatan asing dari ruang operasi;
  • Staf harus menghindari kontak dengan cairan tubuh yang terkontaminasi, terutama darah, dan dalam hal ini lecet harus ditutupi. Jika anggota menderita eksim, ia harus dikeluarkan dari ruang operasi dan jika tidak terjadi kontaminasi cepat pencucian harus dilakukan.
  • Bila berpotensi terkontaminasi darah atau cairan tubuh, staf harus menggunakan gaun scrub dan masker nonpermeable dengan perlindungan mata dan harus double sarung tangan.
  • Personil yang onloop harus menggunakan celemek plastik dan memakai sarung tangan.
  • Tumpahan harus ditangani oleh staf mengenakan sarung tangan dan menggunakan pakaian sekali pakai  hipoklorit 1 persen dapat diterapkan untuk darah tumpah di lantai.
  • Perhatian khusus harus diambil dengan penanganan benda tajam, yang harus selalu disimpan dalam receiver.
  • Penyeka harus dihitung namun tidak dibiarkan terbuka, seperti untuk operasi rutin di rak spike, mereka harus ditempatkan dalam ‘kantong swab’ pada rak plastik.
  • Peralatan sekali pakai harus ditempatkan dalam kantong kuning pada sedini mungkin, kemudian disegel dan kantong ganda dengan label bahaya terpasang.
  • Linen yang kotor harus ditempatkan dalam kantong alginat khusus dan dikirim ke binatu ditandai dengan jelas. Pada akhir kasus ini semua permukaan harus dibersihkan dengan deterjen.

Pengertian Appendicitis

Radang usus buntu atau Apendisitis
http://ayuarifahharianja.blogspot.com/Appendicitis atau apendisitis adalah peradangan usus buntu yang biasanya disebabkan oleh obstruksi, tetapi dapat disebabkan oleh infeksi. Usus buntu adalah struktur jari berbentuk kecil yang menonjol dari usus besar dan menggantung di sisi kanan bawah rongga perut. Jika tidak diobati, radang usus buntu bisa pecah, menyebabkan infeksi rongga peritoneum (lapisan yang mengelilingi organ-organ perut) dan bahkan kematian.Apendisitis merupakan salah satu penyebab paling umum dari pembedahan darurat perut. Sampai 75.000 operasi tersebut dilakukan setiap tahun di Amerika Serikat
Tanda dan Gejala:

Tanda-tanda dan gejala berikut mungkin menyertai radang usus buntu:
  • Sakit, dimulai sekitar pusar, kemudian bergerak ke bawah dan ke sisi kanan perut. Rasa sakit memburuk ketika bergerak, mengambil napas dalam-dalam, batuk, bersin, atau disentuh di daerah ini.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Perubahan buang air besar, termasuk diare atau ketidakmampuan untuk memiliki buang air besar atau buang gas
  • Demam yang dimulai setelah gejala lain
  • Sering kencing, atau buang air kecil sulit atau menyakitkan

Apa Penyebab ini?:

Apendisitis biasanya terjadi setelah infeksi di saluran pencernaan, atau ketika tabung menghubungkan usus besar dan usus buntu diblokir oleh kotoran terperangkap atau makanan. Peradangan yang dihasilkan dapat menyebabkan infeksi atau pecahnya usus buntu.
Siapa yang Paling Beresiko?:

Faktor-faktor berikut ini dapat menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk mengembangkan usus buntu:
  • Riwayat keluarga
  • Usia – anak 2 tahun atau lebih muda dan orang-orang berusia 70 tahun atau lebih berada pada risiko tinggi untuk usus buntu yang pecah
Apa yang Diharapkan di Kantor Penyedia Anda:

Karena risiko pecah, usus buntu dianggap darurat. Jika Anda memiliki gejala usus buntu, Anda harus pergi ke sebuah ruang gawat darurat. Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan anda, melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kelembutan perut, dan mungkin meminta tes darah dan urin. Beberapa dokter menggunakan ultrasound untuk memeriksa apakah usus buntu meradang (dan untuk menyingkirkan kista ovarium atau kehamilan ektopik pada wanita). A computed tomography (CT) scan juga dapat dilakukan.

Pengobatan Pilihan:

Pencegahan
Tidak ada cara yang telah terbukti untuk mencegah usus buntu, tetapi makan makanan yang meliputi sayuran segar dan buah dapat menurunkan resiko mengembangkan kondisi.

Rencana Perawatan
Radang usus buntu paling sering diobati dengan kombinasi pembedahan dan antibiotik. Selain antibiotik, Anda akan menerima intravena (IV) cairan dan mungkin obat untuk mengontrol muntah. Eksplorasi operasi dilakukan jika dokter tidak dapat menentukan dari CT scan atau USG apakah Anda memiliki usus buntu. Jika usus buntu dikonfirmasi, baik dari tes atau pembedahan eksplorasi, lampiran akan dihapus (usus buntu).
Terapi Narkoba

Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin resep obat-obatan sebagai berikut:
  • Antibiotik
  • Obat-obatan yang diambil untuk mengurangi mual (anti-muntah)

Bedah dan Prosedur Lainnya

Sebuah appendektomi adalah operasi pengangkatan usus buntu melalui sayatan di perut Anda yang dapat beberapa inci panjang. Sebuah appendektomi laparoskopi melibatkan membuat beberapa sayatan kecil di perut dan memasukkan kamera mini dan instrumen bedah. Ahli bedah kemudian menghapus lampiran melalui salah satu sayatan kecil. Pemulihan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan operasi tradisional, dan bekas luka yang lebih kecil. Namun, tidak semua orang calon untuk prosedur laparoskopi.
Komplementer dan Terapi Alternatif

Akut usus buntu adalah keadaan darurat medis, sehingga Anda harus mencari pengobatan konvensional segera. Jangan mencoba untuk mengobati usus buntu dengan terapi alternatif saja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen herbal tertentu dan dapat membantu untuk mencegah usus buntu, memperkuat sistem kekebalan Anda, atau membantu Anda lebih cepat pulih dari operasi.

Nutrisi
Di Inggris dan Wales, sebuah studi ditinjau apakah asupan rendah serat dan asupan tinggi gula dan daging mempengaruhi perkembangan usus buntu akut. Meskipun tidak ada link spesifik ditemukan dengan gula atau daging, studi itu menunjukkan bahwa lebih segar dan beku dan sayuran hijau segar dan olahan tomat orang makan, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mengembangkan usus buntu. Makan sayuran hijau – khususnya kubis, kembang kol, kacang polong, kacang, dan kecambah Brussels dan mungkin tomat – dapat melindungi terhadap radang usus buntu.

Jika Anda memerlukan appendectomy, suplemen berikut dapat membantu anda pulih lebih cepat:
  1. Beta-karoten (250.000 IU sehari) atau vitamin A (25.000 IU per hari) untuk mempromosikan jaringan parut sehat. Ini adalah dosis tinggi dan tidak boleh diambil lebih dari 1 – 2 minggu tanpa pengawasan dokter Anda. Mengurangi dosis untuk 50.000 IU beta-karoten dan 15.000 – 25.000 IU vitamin A setiap hari setelah 2 minggu. Jangan mengambil vitamin A jika Anda sedang hamil atau mencoba untuk hamil, atau jika Anda memiliki riwayat penyakit hati.
  2. Vitamin C (1.000 mg 2-6 kali per hari) membantu kulit menyembuhkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. dosis yang lebih rendah jika diare berkembang.
  3. Vitamin E (400-800 IU sehari) dan seng (10 – 30 mg per hari) mempromosikan penyembuhan.
  4. Bromelain (40 mg empat kali sehari antara makan) mengurangi pasca-operasi bengkak, memar, waktu penyembuhan, dan nyeri.
  5. L-arginin (17-25 g per hari) telah digunakan untuk meningkatkan waktu penyembuhan pada pasien bedah. Beberapa laporan anekdot link arginine dosis tinggi dengan peningkatan wabah herpes pada orang-orang yang sebelumnya terinfeksi virus herpes, sehingga Anda mungkin ingin berbicara dengan dokter Anda sebelum mengambil arginin.

Herbal

Terapi herbal tradisional Cina dapat membantu mengobati usus buntu. Belum ada cukup penelitian ilmiah tentang ramuan Cina atau Barat untuk mengatakan bahwa Tradisional Cina Medicine (TCM) adalah efektif untuk usus buntu, tetapi ada laporan beberapa kasus dari perspektif TCM. Dalam sebuah laporan 425 pasien dengan usus buntu akut diobati dengan obat herbal Cina, baik dengan atau tanpa antibiotik, mayoritas berhasil dan tidak memerlukan operasi. Hanya 30 pasien mengalami radang usus buntu akut kambuh sesaat setelah pemulihan. Namun, karena standar perawatan bervariasi antara praktisi TCM berbeda, usus buntu harus ditangani oleh pengobatan konvensional dan bukan dengan akupunktur dan obat Cina.

Tumbuhan lain yang dapat membantu tubuh Anda pulih lebih cepat jika Anda memiliki usus buntu termasuk:
  1. Gotu kola (Centella asiatica) mempromosikan perbaikan jaringan ikat, mendukung penyembuhan luka normal, dan mencegah bekas luka dari tumbuh lebih besar. Gunakan standar ekstrak 60 mg 1-2 kali sehari, atau 60 tetes tingtur tiga sampai empat kali per hari. Jangan mengambil gotu kola jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau kecemasan.
  2. Dandelion (Taraxacum officinale, 2 – 8 g per hari) memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap dandelion, dan menghindari mengambil ramuan jika Anda memiliki hati atau penyakit kandung empedu, diabetes, atau penyakit ginjal, atau jika Anda mengambil obat pengencer darah.
  3. Agrimony (pilosa eupatoria) telah digunakan historis untuk usus buntu. Buat seduhan teh dengan 1 sdt. dari herbal dalam satu cangkir air mendidih, saring, dan sejuk. Minum setiap 2 – 3 jam. Jangan mengambil agrimony jika anda menggunakan obat tekanan darah atau obat pengencer darah, atau jika Anda memiliki diabetes.
Homoeopati

Menggunakan obat homeopati yang tepat bersama dengan obat konvensional Barat bisa meringankan gejala Anda dan membantu membersihkan usus buntu lebih cepat. Namun, tidak ada literatur ilmiah yang mendukung penggunaan homeopati untuk usus buntu. Sebuah homoeopat yang berpengalaman akan mempertimbangkan kasus individu dan dapat merekomendasikan perawatan untuk mengatasi kedua kondisi yang mendasari Anda dan gejala saat ini.

Belladonna dan Bryonia adalah obat homeopati klasik yang sering digunakan untuk usus buntu meradang.
Akupunktur

Dalam istilah medis Cina, usus buntu diduga disebabkan oleh penyumbatan dalam sirkulasi darah dan aliran vitalitas. Akupunktur muncul untuk membantu menghilangkan rasa sakit, kontrol peristaltik (gerakan seperti gelombang-otot di dalam usus), dan meningkatkan aliran darah. Kasus laporan dari China menyarankan akupunktur yang telah digunakan untuk usus buntu ringan. Electroacupuncture (mengirim arus listrik melalui jarum) juga telah digunakan.

Seorang ahli akupunktur berlisensi dan bersertifikat akan bekerja sama dengan dokter untuk memantau kondisi Anda dengan cermat. Di beberapa bagian dunia, ahli akupunktur yang bekerja di rumah sakit untuk memberikan perawatan pada waktu yang sama dengan praktek medis konvensional. Bahkan dengan operasi, akupunktur bisa jadi akan sangat berguna untuk anestesi, pengendalian rasa sakit, dan pemulihan ditingkatkan.

Prognosis dan Kemungkinan Komplikasi:
Jika lampiran tidak pecah, resiko kematian sangat rendah. Dalam kasus-kasus dimana usus buntu pecah, tingkat kematian lebih tinggi, terutama di kalangan lansia (15%). Komplikasi mungkin termasuk usus buntu berulang, radang selaput perut, abses (nanah-daerah yang meradang diisi), sepsis (“darah keracunan” yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri dalam darah), obstruksi dari infertilitas, tuba fallopi, dan luka infeksi . Usus buntu terjadi hanya sekitar 1 dalam 1.000 kehamilan.
Berikut Up:

Jika Anda memiliki operasi, Anda akan perlu melihat dokter 2 minggu setelah operasi, dan sekali lagi pada 6 minggu.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Pneumothorak dan Hematothorak

http://ayuarifahharianja.blogspot.com/Pneumothorak terjadi karena ada hubungan terbuka antara rongga dada dan dunia luar.
  1. melalui luka didinding dada yang menembuspleura parietalis
  2. melalui luka dijalan napas sampai menembus pleura visceralis
Yang dapat mengakibatkan paru kolaps
Waktu inspirasi udara masuk sedang pada ekspirasi udara dlm dada tetap terjadi mekanisme ventil/tension.
Paru makin kolaps. Penanganannya Pneumothorak : Segera pungsi pada sic II sering dilanjutkan WSD.

Hematothorak
  1. Sering dijumpai disini perdarahan berasal dari arteri intercostalis dan jaringan paru 
  2. Dirongga dada dapat terkumpul banyak darah tanpa gejala menyolok
  3. Kadang gejala dan tanda yang nampak anemis dan syok hipovolemik

Tindakan :
  1. pasang infus
  2. transfusi
  3. pungsi /WSD

Tamponade Jantung
  1. Tertimbunnya darah pada cavum pericardium.
  2. Gejalanya: Tekanan arteri turun
  3. Peningkatan tekanan vena leher
  4. Bunyi jantung menjauh

Tindakan : -ABC
  1. Pasang infus
  2. Oksigen
  3. Pericardiosintesis

Obstruksi Saluran Cerna Pada Anak

http://ayuarifahharianja.blogspot.com/Obstruksi saluran cerna

Obstruksi Usus atau obstruksi saluran cerna adalah terjadinya sumbatan pada saluran cerna. Berdasarkan etiologinya, obstruksi dapat disebabkan oleh kelainan mekanis dan ileus (tidak ada kelainan organik yang nyata). Secara umum gejala dari obstruksi usus halus adalah nyeri abdominal periumbilikal, muntah (berwarna hijau apabila obstruksi terjadi di bagian proksimal usus halus, berwarna gelap jika obstruksi terjadi di bagian bawah distal usus halus), konstipasi/diare, serta kembung. Adapun gejala dari obstruksi usus besar antara lain nyeri di daerah pinggang, kembung di daerah pinggang dan pelvis, diare, konstipasi serta kembung (jarang ditemukan, kecuali pada kasus lanjut). Jika obstruksi disebabkan oleh tumor/keganasan maka gejalanya antara lain adanya kelemahan, ditemukan darah pada tinja, kehilangan selera makan serta penurunan berat badan.

Kelainan mekanis

1. Intususepsi

Intususepsi sering terjadi pada usia 3 bulan-6 tahun, di mana puncaknya adalah usia 5-10 bulan dan paling sering pada laki-laki. Intususepsi merupakan penyebab abdomen akut kedua paling sering pada kelompok usia ini. Pada intususepsi segmen proksimal usus mengalami invaginasi ke segmen distalnya, 95% terjadi di ileosekal. Sedangkan intususepsi ileoileal dan kolokolik jarang terjadi. Intususepsi ileoileal merupakan salah satu komplikasi bedah, misalnya pada penderita tumor Wilms.

Anak dengan kelainan intususepsi akan menunjukkan gejala seperti nyeri abdominal/kolik yang sangat berat sehingga terkadang anak menarik kedua tungkainya, gelisah, lethargy hingga shock. Muntah terjadi pada awal kelainan dan 30% kasus muntahan mengandung empedu. Tinja dapat mengandung darah dan mukus setelah 12 jam. Pada 20% kasus terdapat suatu triad klasik untuk intususepsi: nyeri kolik yang hebat, massa yang dapat teraba dengan palpasi, sertacurrant-jelly stools.

2. Atresia intestinal

Atresia merupakan suatu kelainan di mana terjadi absen/tidak terbentuknya suatu bagian/porsi dari saluran cerna, sehingga membentuk saluran yang buntu. Atresia dapat terjadi di duodenum, jejunum, ileum dan kolon. Atresia duodenum biasanya berhubungan dengan sindrom Down. Penyebab terjadinya atresia adalah gangguan vaskular pada saat embriologi (dalam uterus) terutama pada saat pembentukan saluran cerna, menyebabkan perfusi dan iskemik sehingga lumen saluran cerna tidak terbentuk dengan baik bahkan mengalami obliterasi. Selain itu gangguan/oklusi pada arteri mesenterika superior pada masa embriologi dapat menyebabkan atresia intestinal.

Pada neonatus, atresia yang paling sering terjadi adalah atresia jejunoilealis dan stenosis (okulsi intraluminal yang inkomplet).

Gejala yang timbul pada atresia antara lain distensi abdomen, muntah yang mengandung empedu, jaundice pada 32% pasien, serta riwayat polyhidramnion.

3. Hernia inkarserasi

Hernia inkarserasi merupakan hernia di mana isi dari kantung hernia tidak bisa dikembalikan ke rongga perut/asalnya. Hernia inkarserasi dapat berupa hernia inguinal, femoral atau umbilikal. Mayoritas hernia inguinal adalah hernia indirek. Pada hernia inguinal, inkarserasi terjadi pada 6-18% pasien dan dapat meningkat sampai 30% pada bayi berusia kurang dari 2 bulan. Sedangkan hernia femoral jarang terjadi. Adapun hernia umbilikal lebih jarang inkarserasi dan dapat menutup spontan setelah usia 5 tahun.

Gejala dari hernia inkarserasi yang dihubungkan dengan obstruksi intestinal antara lain: muntah yang mengandung empedu, distensi abdomen, konstipasi, massa yang teraba edema dan pucat di daerah inguinal (dapat menjadi eritematosa apabila terjadi strangulasi), dan demam apabila terjadi nekrosis dan perforasi.

4. Malrotasi dan volvulus

Malrotasi intestinal merujuk kepada kelainan embriologis, di mana usus tengah mengalami gangguan perputaran terhadap sumbu arteri mesenterika superior. Bentuk malrotasi dapat berupa nonrotasi, rotasi terbalik (situs inversus) dan gangguan fiksasi terhadap rongga peritoneal di sekitarnya. Malrotasi selalu terjadi bersamaan dengan gastrokisis, omfalokel, hernia diafragma dan sering dihubungkan dengan lesi lain seperti penyakit Hirschprung, intususepsi dan atresia (jejunum, duodenum, esofagus)

Pada anak-anak, malrotasi sering terjadi karena proses perputaran yang inkomplet dan ligamentum Treitz yang tidak terfiksasi dengan baik. Akibatnya volvulus (puntiran) terhadap arteri mesenterika superior dapat terjadi, menyebabkan obstruksi dan berujung pada nekrosis.

Gejala dari volvulus adalah muntahan yang mengandung empedu, gagal tumbuh kembang, terkadang nyeri kolik, feses yang menunjukkan hasil positif pada tes guaiac, serta darah yang keluar dari rektum.

5. Perlekatan (adhesi) pascabedah

Perlekatan pascabedah merupakan salah satu komplikasi setelah pembedahan, namun insidensnya berkurang semenjak ditemukannya prosedur laparoskopi. Pada perlekatan pascabedah dapat ditemukan adanya pita jaringan ikat yang menyebabkan perlekatan segmen saluran cerna. Perlekatan pasca bedah merupakan penyebab 7% dari obstruksi usus pada bayi dan anak. Onset dapat terjadi mulai dari 2 hari hingga 10 tahun setelah bedah, dan 50% di antaranya terjadi dalam waktu 3-6 bulan setelah bedah.

Gejala dari perlekatan pascabedah antara lain kram/nyeri perut, anoreksia, mual dan muntah.

6. Pankreas anular

Pankreas anular merupakan suatu kelainan embriologis di mana jaringan pankreas memutar mengelilingi duodenum pars descendens . Hal ini dapat bermanifestasi sebagai keadaan asimtomatis, namun dapat juga menyebabkan kompresi eksternal terhadap duodenum sehingga terjadi obstruksi sebagian atau total.

Gejala dari adanya pankreas anular adalah muntah yang mengandung empedu, distensi abdomen (proksimal dari obstruksi) dan ileus.

7. Hernia mesokolik

Hernia mesokolik merupakan kelainan yang dapat terjadi bersamaan malrotasi, di mana mesenterium kolon/duodenal yang tidak terfiksasi dengan sempurna membentuk kantung hernia dan memerangkap usus (kolon) yang sedang berotasi sehingga menyebabkan obstruksi. Hal ini dapat diperparah dengan inkarserasi dan strangulasi. Angka insidensnya tidak diketahui dengan pasti, namun kelainan ini cukup jarang terjadi.

8. Enterokolitis nekrotikans (NEC)

Enterokolitis nekrotikans dapat menyebabkan striktur pada bayi–bayi prematur dan paling sering terjadi di ileum dan kolon. Striktur tersebut dapat menyebabkan kematian pada 15% bayi berusia lebih dari 1 minggu yang memiliki berat lahir rendah (<1500 gram). Sedangkan pada yang lainnya striktur dapat terjadi 1-6 bulan setelah onset NEC. Penyebab NEC belum diketahui secara pasti, namun berbagai faktor diduga terlibat seperti: iskemik, hipoksia mukosa, invasi bakteri dan nekrosis intestinal.

Gejala dari NEC umumnya kurang spesifik, antara lain lethargy, suhu tubuh yang berubah-ubah, palpasi menunjukkan abdomen yang lemah dan eritema.

9. Volvulus sekal

Volvulus sekal merupakan kelainan yang jarang terjadi, akibat sekum yang tidak terfiksasi. Volvulus sekal terjadi akibat puntiran sekum, kolon ascendens dan ileum terminal. Gejalanya antara lain nyeri, distensi, konstipasi dan muntah.

10. Kista duplikasi

Kista duplikasi merupakan sekelompok kelainan yang jarang terjadi berupa duplikasi saluran cerna bagian tertentu dan s dapat terjadi di mana saja sepanjang saluran cerna, namun paling sering terjadi di ileum terminal. 85% kasus dapat dideteksi sebelum usia 2 tahun. Anak dengan kista duplikasi umumnya memberikan gejala sebagai berikut: distensi abdomen, adanya massa yang bisa teraba dengan palpasi, muntah, perdarahan dan frekuensi berkemih yang jarang.

11. Ileus mekonium

Ileus mekonium terjadi pada pasien dengan kistik fibrosis, di mana sekresi pankreas eksokrin yang tidak adekuat menyebabkan terbentuknya mekonium yang pekat. Akibatnya mekonium dapat melekat pada mukosa usus halus dan menyebabkan obstruksi. Gejala ileus mekonium antara lain muntah, kegagalan mengeluarkan mekonium dalam 48 jam pertama serta distensi abdomen. Dapat terjadi peritonitis.

13. Tumor/keganasan

Tumor dapat menyebabkan obstruksi dengan cara memblokade lumen saluran cerna.

Ileus

Ileus merupakan gangguan motilitas usus namun tidak ditemukan kelainan organik yang nyata. Pada anak ileus sering dikaitkan dengan pascabedah atau infeksi (pneumonia, peritonitis, gastroenteritis). Pada ileus sering ditemukan keadaan sebagai berikut: uremia, hipokalemia, asidosis, atau adanya penggunaan obat-obatan tertentu seperti loperamid (obat bersifat antimotilitas yang digunakan pada gastroenteritis). Ileus paralitik, disebut juga pseudo-obstruksi, merupakan penyebab utama obstruksi saluran cerna pada bayi dan balita. Penyebab ileus paralitik antara lain:
  1. Kimia, elektrolit, atau gangguan mineral (seperti turunnya kadar potassium)
  2. Komplikasi bedah intraabdominal
  3. Cedera/penurunan suplai darah ke daerah abdominal
  4. Infeksi intra abdominal
  5. Penyakit ginjal dan paru
  6. Penggunaan obat-obat tertentu, seperti narkotik

Pada anak, ileus paralitik mungkin terkait dengan bakteri, virus, atau keracunan makanan (gastroenteritis) yang sebagian diasosiasikan dengan peritonitis/apendisitis. Ileus dapat ditandai dengan adanya distensi abdomen disertai nyeri perut, bising usus pada onset dan gambaran air-fluid levels pada radiologi. Penatalaksanaan ileus dapat berupa dekompresi nasogastrik atau penggunaan agen prokinetik seperti cisapride atau erytrhomicin.

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik (dengan melihat tanda dan gejala) serta pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat pemeriksaan radiologis atau pemeriksaan lain seperti penanda tumor dll. Pada pemeriksaan radiologi untuk melihat adanya obstruksi adalah pencitraan dengan modalitas:
  1. Abdominal CT-SCAN
  2. Abdominal X-ray
  3. Barium enema

Tatalaksana

Tatalaksana bergantung kepada jenis obstruksi dan derajat keparahannya. Apabila obstruksi bersifat parsial, maka akan diberikan cairan intravena sambil memantau apakah obstruksi tersebut sudah hilang dengan sendirinya. Apabila tidak, maka dilakukan tindakan bedah.

Selain itu penggunaan Nasogastric Tube untuk mengevakuasi cairan dan gas di saluran cerna, dengan demikian menghilangkan distensi dan muntah. Pada intususepsi dapat dilakukan enema (udara, barium atau gastrografin) untuk menghilangkan obstruksi. Pemasangan stent dapat dilakukan untuk membantu pengeluaran isi saluran cerna yang terganggu oleh obstruksi.

Tindakan bedah diperlukan apabila penggunaan tube tidak menghilangkan simptom, atau ditemukan adanya tanda-tanda kematian jaringan. Misalnya pada obstruksi akibat divertikulitis, penyakit Crohn, volvulus atau keganasan. Tindakan bedah dapat dilakukan dengan metode laparoskopi. Setelah pembedahan mungkin dilakukan pemasangan kolostomi/ileostomi untuk jangka waktu sementara maupun permanen.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/

Pengertian Trauma Thorak

I. KONSEP DASAR
A. Pengertian
Trauma thorak atau Trauma Dada adalah semua ruda paksa pada thorak dan dinding thorak, baik trauma atau ruda paksa tajam atau tumpul. (Lap. UPF bedah, 1994). Pada Trauma Thorak bisa terjadi hematothorak atau Pneumothorak.
Hematotorax adalah tedapatnya darah dalam rongga pleura, sehingga paru terdesak dan terjadinya perdarahan.
Pneumotorax adalah terdapatnya udara dalam rongga pleura, sehingga paru-paru dapat terjadi kolaps.

B. Anatomi
1. Anatomi Rongga Thoraks
Kerangka dada yang terdiri dari tulang dan tulang rawan, dibatasi oleh :
- Depan : Sternum dan tulang iga.
- Belakang : 12 ruas tulang belakang (diskus intervertebralis).
- Samping : Iga-iga beserta otot-otot intercostal.
- Bawah : Diafragma
- Atas : Dasar leher.

Isi :
  1. Sebelah kanan dan kiri rongga toraks terisi penuh oleh paru-paru beserta pembungkus pleuranya.
  2. Mediatinum : ruang di dalam rongga dada antara kedua paru-paru. Isinya meliputi jantung dan pembuluh-pembuluh darah besar, oesophagus, aorta desendens, duktus torasika dan vena kava superior, saraf vagus dan frenikus serta sejumlah besar kelenjar limfe (Pearce, E.C., 1995).
  3. Terdapat luka pada WSD – Kerusakan integritas kulit
  4. Nyeri pada luka bila untuk – Resiko terhadap infeksi
  5. Bergerak. – Perubahan kenyamanan : Nyeri
  6. Perawatan WSD harus di – Ketidak efektifan pola pernapasan
  7. Perhatikan. – Gangguan mobilitas fisik
  8. Inefektif bersihan jalan napas – Potensial Kolaboratif : Atelektasis dan
Pergeseran mediatinum

C. Pemeriksaan Penunjang :
a. Photo toraks (pengembangan paru-paru).
b. Laboratorium (Darah Lengkap dan Astrup).

D. Penatalaksanaan
1. Bullow Drainage / WSD
Pada trauma toraks, WSD dapat berarti :

a. Diagnostik :
Menentukan perdarahan dari pembuluh darah besar atau kecil, sehingga dapat ditentukan perlu operasi torakotomi atau tidak, sebelum penderita jatuh dalam shock.

b. Terapi :
Mengeluarkan darah atau udara yang terkumpul di rongga pleura. Mengembalikan tekanan rongga pleura sehingga “mechanis of breathing” dapat kembali seperti yang seharusnya.

c. Preventive :
Mengeluarkan udaran atau darah yang masuk ke rongga pleura sehingga “mechanis of breathing” tetap baik.

2. Perawatan WSD dan pedoman latihanya :
a. Mencegah infeksi di bagian masuknya slang.
Mendeteksi di bagian dimana masuknya slang, dan pengganti verband 2 hari sekali, dan perlu diperhatikan agar kain kassa yang menutup bagian masuknya slang dan tube tidak boleh dikotori waktu menyeka tubuh pasien.

b. Mengurangi rasa sakit dibagian masuknya slang. Untuk rasa sakit yang hebat akan diberi analgetik oleh dokter.

c. Dalam perawatan yang harus diperhatikan :
- Penetapan slang.
Slang diatur se-nyaman mungkin, sehingga slang yang dimasukkan tidak terganggu dengan bergeraknya pasien, sehingga rasa sakit di bagian masuknya slang dapat dikurangi.
- Pergantian posisi badan.
Usahakan agar pasien dapat merasa enak dengan memasang bantal kecil dibelakang, atau memberi tahanan pada slang, melakukan pernapasan perut, merubah posisi tubuh sambil mengangkat badan, atau menaruh bantal di bawah lengan atas yang cedera.

d. Mendorong berkembangnya paru-paru.
- Dengan WSD/Bullow drainage diharapkan paru mengembang.
- Latihan napas dalam.
- Latihan batuk yang efisien : batuk dengan posisi duduk, jangan batuk waktu slang diklem.
- Kontrol dengan pemeriksaan fisik dan radiologi.

e. Perhatikan keadaan dan banyaknya cairan suction.
Perdarahan dalam 24 jam setelah operasi umumnya 500 – 800 cc. Jika perdarahan dalam 1 jam melebihi 3 cc/kg/jam, harus dilakukan torakotomi. Jika banyaknya hisapan bertambah/berkurang, perhatikan juga secara bersamaan keadaan pernapasan.

f. Suction harus berjalan efektif :
Perhatikan setiap 15 – 20 menit selama 1 – 2 jam setelah operasi dan setiap 1 – 2 jam selama 24 jam setelah operasi.
- Perhatikan banyaknya cairan, keadaan cairan, keluhan pasien, warna muka, keadaan pernapasan, denyut nadi, tekanan darah.

- Perlu sering dicek, apakah tekanan negative tetap sesuai petunjuk jika suction kurang baik, coba merubah posisi pasien dari terlentang, ke 1/2 terlentang atau 1/2 duduk ke posisi miring bagian operasi di bawah atau di cari penyababnya misal : slang tersumbat oleh gangguan darah, slang bengkok atau alat rusak, atau lubang slang tertutup oleh karena perlekatanan di dinding paru-paru.

-
g. Perawatan “slang” dan botol WSD/ Bullow drainage.
1) Cairan dalam botol WSD diganti setiap hari , diukur berapa cairan yang keluar kalau ada dicatat.
2) Setiap hendak mengganti botol dicatat pertambahan cairan dan adanya gelembung udara yang keluar dari bullow drainage.
3) Penggantian botol harus “tertutup” untuk mencegah udara masuk yaitu meng”klem” slang pada dua tempat dengan kocher.
4) Setiap penggantian botol/slang harus memperhatikan sterilitas botol dan slang harus tetap steril.
5) Penggantian harus juga memperhatikan keselamatan kerja diri-sendiri, dengan memakai sarung tangan.
6) Cegah bahaya yang menggangu tekanan negatip dalam rongga dada, misal : slang terlepas, botol terjatuh karena kesalahan dll.

h. Dinyatakan berhasil, bila :
a. Paru sudah mengembang penuh pada pemeriksaan fisik dan radiologi.
b. Darah cairan tidak keluar dari WSD / Bullow drainage.
c. Tidak ada pus dari selang WSD.

3. Pemeriksaan penunjang
a. X-foto thoraks 2 arah (PA/AP dan lateral)
b. Diagnosis fisik :
a. Bila pneumotoraks <> 30% atau hematothorax sedang (300cc) drainase cavum pleura dengan WSD, dainjurkan untuk melakukan drainase dengan continues suction unit.
c. Pada keadaan pneumothoraks yang residif lebih dari dua kali harus dipertimbangkan thorakotomi
d. Pada hematotoraks yang massif (terdapat perdarahan melalui drain lebih dari 800 cc segera thorakotomi.

4. Terapi :
a. Antibiotika..
b. Analgetika.
c. Expectorant.

E. Komplikasi
1. tension penumototrax
2. penumotoraks bilateral
3. emfiema

II. KONSEP KEPERAWATAN
A. Pengkajian :

Point yang penting dalam riwayat keperawatan :
1. Umur : Sering terjadi usia 18 – 30 tahun.
2. Alergi terhadap obat, makanan tertentu.
3. Pengobatan terakhir.
4. Pengalaman pembedahan.
5. Riwayat penyakit dahulu.
6. Riwayat penyakit sekarang.
7. Dan Keluhan.

B. Pemeriksaan Fisik :
1. Sistem Pernapasan :
a. Sesak napas
b. Nyeri, batuk-batuk.
c. Terdapat retraksi klavikula/dada.
d. Pengambangan paru tidak simetris.
e. Fremitus menurun dibandingkan dengan sisi yang lain.
f. Pada perkusi ditemukan Adanya suara sonor/hipersonor/timpani, hematotraks (redup)
g. Pada asukultasi suara nafas menurun, bising napas yang berkurang/menghilang.
h. Pekak dengan batas seperti garis miring/tidak jelas.
i. Dispnea dengan aktivitas ataupun istirahat.
j. Gerakan dada tidak sama waktu bernapas.

2. Sistem Kardiovaskuler :
a. Nyeri dada meningkat karena pernapasan dan batuk.
b. Takhikardia, lemah
c. Pucat, Hb turun /normal.
d. Hipotensi.

3. Sistem Persyarafan :
- Tidak ada kelainan.

4. Sistem Perkemihan.
- Tidak ada kelainan.

5. Sistem Pencernaan :
- Tidak ada kelainan.

6. Sistem Muskuloskeletal – Integumen.
a. Kemampuan sendi terbatas.
b. Ada luka bekas tusukan benda tajam.
c. Terdapat kelemahan.
d. Kulit pucat, sianosis, berkeringat, atau adanya kripitasi sub kutan.

7. Sistem Endokrine :
a. Terjadi peningkatan metabolisme.
b. Kelemahan.

8. Sistem Sosial / Interaksi.
- Tidak ada hambatan.

9. Spiritual :
- Ansietas, gelisah, bingung, pingsan.

10. Pemeriksaan Diagnostik :
a. Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara/cairan pada area pleural.
b. Pa Co2 kadang-kadang menurun.
c. Pa O2 normal / menurun.
d. Saturasi O2 menurun (biasanya).
e. Hb mungkin menurun (kehilangan darah).
f. Toraksentesis : menyatakan darah/cairan,

Diagnosa :
1. Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan ekpansi paru yang tidak maksimal karena akumulasi udara/cairan.
2. Inefektif bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan sekresi sekret dan penurunan batuk sekunder akibat nyeri dan keletihan.
3. Perubahan kenyamanan : Nyeri akut berhubungan dengan trauma jaringan dan reflek spasme otot sekunder.
4. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidakcukupan kekuatan dan ketahanan untuk ambulasi dengan alat eksternal.
5. Resiko Kolaboratif : Akteletasis dan Pergeseran Mediatinum.
6. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma mekanik terpasang bullow drainage.
7. Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan tempat masuknya organisme sekunder terhadap trauma.

F. Intevensi Keperawatan :
1. Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan ekspansi paru yang tidak maksimal karena trauma.
Tujuan : Pola pernapasan efektive.
Kriteria hasil :
a. Memperlihatkan frekuensi pernapasan yang efektive.
b. Mengalami perbaikan pertukaran gas-gas pada paru.
c. Adaptive mengatasi faktor-faktor penyebab.

Intervensi :
a. Berikan posisi yang nyaman, biasanya dnegan peninggian kepala tempat tidur. Balik ke sisi yang sakit. Dorong klien untuk duduk sebanyak mungkin.
R/ Meningkatkan inspirasi maksimal, meningkatkan ekpsnsi paru dan ventilasi pada sisi yang tidak sakit.

b. Obsservasi fungsi pernapasan, catat frekuensi pernapasan, dispnea atau perubahan tanda-tanda vital.
R/ Distress pernapasan dan perubahan pada tanda vital dapat terjadi sebgai akibat stress fifiologi dan nyeri atau dapat menunjukkan terjadinya syock sehubungan dengan hipoksia.

c. Jelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan.
R/ Pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengurangi ansietas dan mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik.

d. Jelaskan pada klien tentang etiologi/faktor pencetus adanya sesak atau kolaps paru-paru.
R/ Pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik.

e. Pertahankan perilaku tenang, bantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam.
R/ Membantu klien mengalami efek fisiologi hipoksia, yang dapat dimanifestasikan sebagai ketakutan/ansietas.

f. Perhatikan alat bullow drainase berfungsi baik, cek setiap 1 – 2 jam :
1) Periksa pengontrol penghisap untuk jumlah hisapan yang benar.
R/ Mempertahankan tekanan negatif intrapleural sesuai yang diberikan, yang meningkatkan ekspansi paru optimum/drainase cairan.

2) Periksa batas cairan pada botol penghisap, pertahankan pada batas yang ditentukan.
R/ Air penampung/botol bertindak sebagai pelindung yang mencegah udara atmosfir masuk ke area pleural.

3) Observasi gelembung udara botol penempung.
R/ gelembung udara selama ekspirasi menunjukkan lubang angin dari penumotoraks/kerja yang diharapka. Gelembung biasanya menurun seiring dnegan ekspansi paru dimana area pleural menurun. Tak adanya gelembung dapat menunjukkan ekpsnsi paru lengkap/normal atau slang buntu.

4) Posisikan sistem drainage slang untuk fungsi optimal, yakinkan slang tidak terlipat, atau menggantung di bawah saluran masuknya ke tempat drainage. Alirkan akumulasi dranase bela perlu.
R/ Posisi tak tepat, terlipat atau pengumpulan bekuan/cairan pada selang mengubah tekanan negative yang diinginkan.

5) Catat karakter/jumlah drainage selang dada.
R/ Berguna untuk mengevaluasi perbaikan kondisi/terjasinya perdarahan yang memerlukan upaya intervensi.

g. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain :
1) Dengan dokter, radiologi dan fisioterapi.
a. Pemberian antibiotika.
b. Pemberian analgetika.
c. Fisioterapi dada.
d. Konsul photo toraks.
R/Mengevaluasi perbaikan kondisi klien atas pengembangan parunya.

2. Inefektif bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan sekresi sekret dan penurunan batuk sekunder akibat nyeri dan keletihan.

Tujuan : Jalan napas lancar/normal

Kriteria hasil :
a. Menunjukkan batuk yang efektif.
b. Tidak ada lagi penumpukan sekret di sal. pernapasan.
c. Klien nyaman.

Intervensi :
a. Jelaskan klien tentang kegunaan batuk yang efektif dan mengapa terdapat penumpukan sekret di sal. pernapasan.
R/ Pengetahuan yang diharapkan akan membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik.

b. Ajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk.
R/ Batuk yang tidak terkontrol adalah melelahkan dan tidak efektif, menyebabkan frustasi.

1) Napas dalam dan perlahan saat duduk setegak mungkin.
R/ Memungkinkan ekspansi paru lebih luas.
2) Lakukan pernapasan diafragma.
R/ Pernapasan diafragma menurunkan frek. napas dan meningkatkan ventilasi alveolar.
3) Tahan napas selama 3 – 5 detik kemudian secara perlahan-lahan, keluarkan sebanyak mungkin melalui mulut.
4) Lakukan napas ke dua , tahan dan batukkan dari dada dengan melakukan 2 batuk pendek dan kuat.
R/ Meningkatkan volume udara dalam paru mempermudah pengeluaran sekresi sekret.

c. Auskultasi paru sebelum dan sesudah klien batuk.
R/ Pengkajian ini membantu mengevaluasi keefektifan upaya batuk klien.

d. Ajarkan klien tindakan untuk menurunkan viskositas sekresi : mempertahankan hidrasi yang adekuat; meningkatkan masukan cairan 1000 sampai 1500 cc/hari bila tidak kontraindikasi.
R/ Sekresi kental sulit untuk diencerkan dan dapat menyebabkan sumbatan mukus, yang mengarah pada atelektasis.

e. Dorong atau berikan perawatan mulut yang baik setelah batuk.
R/ Hiegene mulut yang baik meningkatkan rasa kesejahteraan dan mencegah bau mulut.

f. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain :
Dengan dokter, radiologi dan fisioterapi.
a. Pemberian expectoran.
b. Pemberian antibiotika.
c. Fisioterapi dada.
d. Konsul photo toraks.

R/ Expextorant untuk memudahkan mengeluarkan lendir dan menevaluasi perbaikan kondisi klien atas pengembangan parunya.

3. Perubahan kenyamanan : Nyeri akut berhubungan dengan trauma jaringan dan reflek spasme otot sekunder.
Tujuan : Nyeri berkurang/hilang.
Kriteria hasil :
a. Nyeri berkurang/ dapat diadaptasi.
b. Dapat mengindentifikasi aktivitas yang meningkatkan/menurunkan nyeri.
c. Pasien tidak gelisah.

Intervensi :
a. Jelaskan dan bantu klien dengan tindakan pereda nyeri nonfarmakologi dan non invasif.
R/ Pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan nonfarmakologi lainnya telah menunjukkan keefektifan dalam mengurangi nyeri.
1) Ajarkan Relaksasi : Tehnik-tehnik untuk menurunkan ketegangan otot rangka, yang dapat menurunkan intensitas nyeri dan juga tingkatkan relaksasi masase.
R/ Akan melancarkan peredaran darah, sehingga kebutuhan O2 oleh jaringan akan terpenuhi, sehingga akan mengurangi nyerinya.
2) Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut.
R/ Mengalihkan perhatian nyerinya ke hal-hal yang menyenangkan.

b. Berikan kesempatan waktu istirahat bila terasa nyeri dan berikan posisi yang nyaman ; misal waktu tidur, belakangnya dipasang bantal kecil.
R/ Istirahat akan merelaksasi semua jaringan sehingga akan meningkatkan kenyamanan.

c. Tingkatkan pengetahuan tentang : sebab-sebab nyeri, dan menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsung.
R/ Pengetahuan yang akan dirasakan membantu mengurangi nyerinya. Dan dapat membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana teraupetik.

d. Kolaborasi denmgan dokter, pemberian analgetik.
R/ Analgetik memblok lintasan nyeri, sehingga nyeri akan berkurang.

e. Observasi tingkat nyeri, dan respon motorik klien, 30 menit setelah pemberian obat analgetik untuk mengkaji efektivitasnya. Serta setiap 1 – 2 jam setelah tindakan perawatan selama 1 – 2 hari.
R/ Pengkajian yang optimal akan memberikan perawat data yang obyektif untuk mencegah kemungkinan komplikasi dan melakukan intervensi yang tepat.

Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
http://dinulislami.blogspot.com/
 

Ilmu Kesehatan | Blog Yang Berkaitan Dinul Islami