Jenis jamu,
khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan
Jamu
beras kencur
Jamu beras
kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh.
Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari
pegal-pegal dan linu yang biasa
timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat
bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat
dan tubuh menjadi lebih sehat.
Bahan baku
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat
beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok
yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama
jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara
penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu
beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe,
biji kapulogo, buah asam,
kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai
pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan
seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu
direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan.
Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain
sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur,
diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus
bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia,
diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu
Kunir Asam
Jamu kunir
asam
dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau
seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau
dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk
menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual
jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang
hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid.
Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan
haid.
Bahan baku
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada
umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi
bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah
kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun
asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai
pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga
mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual
jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan
sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan
alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air
mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan
gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera
(dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian
disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan
selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu
Cabe Puyang
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian
besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan
cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan
dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam.
Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil
tua.
Bahan baku
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan
bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun
jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe,
kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci.
Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka
juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu
pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya
sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas
melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan
yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
Jamu
Pahitan
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai
masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang
manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk
'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.
Bahan baku
Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah
sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari
sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga
pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula
yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang
yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
Cara pengolahan
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus
semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya.
Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan
dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan
dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan
pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang
mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
Jamu
Kunci Suruh
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita,
terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan
manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan
bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
Bahan baku
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya,
yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang
masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan
dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah
pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain
yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur.
Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh
berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan
kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar
menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit),
diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan.
Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis
sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam
botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu
Kudu Laos
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat
jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk
melancarkan peredaran darah,
menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan,
melancarkan haid, dan menyegarkan badan.
Cara pengolahan
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh
berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih
sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan
disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya
ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan
selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
Jamu
Uyup-uyup/Gepyokan
Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang
digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang
penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan
bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan'
perut.
Bahan baku dan cara pengolahan
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi
antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon
yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan
temugiring. Cara pengolahan, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas,
selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan
ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air
matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan)
sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi).

0 comments:
Post a Comment