Konsepsi pencegahan terhadap suatu penyakit yang ketiga tampak dari kebiasaan masyarakat untuk selalu merawat kesehatan dengan berbagai ramuan. Untuk perawatan tubuh (fisik) seseorang terdapat lebih dari 10 macam ramuan. Perawatan yang dilakukan mulai dari bagian tubuh paling atas (mahkota) yaitu rambut, bagian muka, mata, telinga dan hidung hingga perawatan tubuh bagian bawah (kaki). Perawatan muka tidak saja berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kesegaran dan kecantikan. Keramas dengan air abu merang, bedak lulur dengan meniran, gosok gigi, pembersihan lubang hidung dan telinga adalah perawatan mahkota tubuh.
Bagian tubuh di bawah mahkota yang mendapat perhatian adalah bagian dada dan perut. Bagian dada (khususnya wanita) yang memperoleh perhatian cukup adalah payudara. Perawatan payudara ditujukan agar bagian ini nampak montok. Perawatan dilakukan dengan pemijatan dan meminum ramuan. Bagi yang sedang memberikan ASI pada anaknya, perawatan dilakukan deengan meminum ramuan kejja atau daun katu’ dengan tujuan memperlancar ASI. Sebaliknya, pada bagian perut perawatan justru ditujukan untuk merampingkan. Ramuan yang digunakan adalah “galian singset”.
Bagian tubuh lain yang mendapatkan perhatian cukup besar adalah bagian kemaluan. Terutama bagi wanita, bagian ini merupakan organ yang sangat dipentingkan dalam perawatan. Ramuan untuk perawatan alat reproduksi wanita sering disebut “sari rapet”, “rapet wangi” atau “galian rapet”. Ramuan ini sangat popular dan menempati rangking tertinggi dalam pembuatan maupun penjualan ramuan di seluruh Madura. Ramuan ini sangat dikenal oleh wanita remaja dan dewasa. Efek ramuan secara kesehatan akan menghilangkan keputihan, yaitu penyakit yang sangat umum dijumpai pada vagina. Secara kemesraan hubungan suami istri ramuan ini diakui akan meningkatkan rasa kepuasan hubungan dan keharmonisan rumah tangga.
Perawatan kesehatan yang dilakukan dengan menggunakan ramuan dapat diidentifikasi berdasarkan bagian yang dirawat dan saat (umur) orang yang dirawat. Jadi tidak hanya untuk anggota tubuh, melainkan juga fase kehidupan seseorang. Berdasarkan fase kehidupan ini ditemukan berbagai perawatan seperti perawatan terhadap balita, terhadap anak, terhadap remaja dan terhadap dewasa serta terhadap manula.
Ramuan tradisional untuk perawatan rambut secara khusus kami tidak menemukan hanya sebatas perawatan sederhana yang dilakukan masyarakat dahulu sebelum munculnya aneka shampo. Mereka membersihkan rambut hanya dengan menggunakan air tirisan abu dapur. Yang dibilaskan kerambut ketika keramas. Abu yang paling bagus adalah abu dari tempurung kelapa. Sebagian masyarakat menggunakan paceh (mengkudu merah) dilumatkan dan dibilas ke kepala baru kemudian disisir. Dua cara tadi cukup bagus karena sama berbusa layaknya shampo, manfaat/khasiat yang dikenal: rambut hitam, subur, anti uban dan kemilau.
Ramuan perawatan muka belum ditemukan ragamnya yang dikenal masyarakat adalah bedak lulur berbentuk bundar yang dipakai ketika habis mandi atau sebelum tidur. Bahan yang digunakan adalah beras yang direndam 1 cangkir, kunyit/temu lawak/temu kuning sebesar telur itik, beng ramuk (Madura) secukupnya (sepeti pohon sereh, tapi akarnya harum) seluruh bahan dihaluskan dan dibuat bundaran kecil seperti telur cecak (bedak pelkeran : Madura).
Ramuan khusus untuk payudara belum kami temukan. Ramuan yang kami temukan hanya satu resep kesegaran yang dibuat menjadi satu untuk khasiat yang banyak yaitu, mengencangkan payudara dan seluruh kulit (otot). Ramuan untuk mengecilkan perut, mengencangkan otot vagina, mengurangi lendir dan fit setiap hari. Bahan-bahannya : telur itik 3/1 butir pinang muda 1 buah, jahe I jari, sa’ang halus 3/7 biji, bawang putih 3 siung, air apu bening (air kapur) 1 gelas. Bahan-bahan dihaluskan dan diambil airnya dicampur semua dan diminum 2x seminggu.
Ramuan Untuk penghilang bau badan dan bau vagina, menggunakan sa’ang 21 biji halus, sirih temu urat 7/21 lembar. Daun delima putih 1 genggam caranya dimasak dengan 2 gelas menjadi 1 gelas, diminum tiap mau tidur atau agi hari lakukan tiap 2x seminggu
Ramuan khusus untuk perawatan penis belum ditemukan. Beberapa penjual jamu memang menyediakan penis oil yang diproduksi dari luar Madura. Minyak ini konon digunakan untuk memperbesar ukuran penis.
Orang Madura biasa merawat gigi dan mulut bukan dengan ramuan tetapi dengan menyusur (apenah) dimana cara atau kebiasaan tersebut berhasiat memelihara gigi menjadi kuat dan mulut terhindar dari luka dan kuman atau bakteri. Bahan-bahan ramuan lain untuk dikunyah dan ditelan airnya bahan-bahan sirih, kapur sirih, pinang, gambir, bawang putih, ukuran/dosis terserah ramuan kedua sirih, bawang putih dan gula pasir.
Ada perawatan bagi calon pengantin yang dikenal di Madura khususnya di desa. Perawatan bagi calon pengantin lebih difokuskan pada laki-laki karena kejantanan seorang pria dapat menjadi penentu langgeng tidaknya perkawinan. Seorang pria yang tidak jantan (impotent pada malam pertama akan menjadi aib bagi pihak keluarga pria. Maka ia akan lebih baik pulang kerumah hingga ia yakin dirinya sembuh. Dengan begitu pengantin wanita hampir tidak dipersiapkan. Cara yang digunakan sangat beragam, ada yang melalui jalur mistis ada pula yang rasional (terapi pijat). Cara mistis tetap menjadi cara yang rahasia sehingga sulit diungkap dan sangat banyak ragamnya, sedangkan cara pijat membutuhkan keahlian khusus yang sangat sulit untuk dipelajari sekilas cara yang digunakan adalah sebagai berikut: Pertama sang calon diinjak bagian paha belakang hingga lemas, tandanya ketika diinjak kaki tidak terasa dingin atau kesemutan, kemudian dipijat bagian perut yang difokuskan untuk memperbaiki sistem pencernaan dan memijat otot-otot di tulang pinggang (olor: Madura) yaitu otot dan urat yang sejalur dengan uarat penis. Orang yang impoten olornya akan lembek, tetapi orang yang mudah ejakulasi dini olornya terlalu kencang. Teknik demikian dilakukan 1 sampai 5 kali tiap 4 hari sekali. Ramuan yang digunakan adalah tekanan yang memulihkan tenaga dan urat. Seperti jahe, kunci, laos, akar atau daun sirih dlingo, bawang putih, bubuk kopi, campuran (cuka+gula) dan telur ayam/itik 3/5/7 butir. Bahan-bahan diambil airnya dicampur semua mentah-mentah dan diminum.
Ramuan untuk perawatan bagi orang yang baru melahirkan di Madura sudah banyak dikenal. Ramuan jamu sehabis melahirkan disatukan pada jamu ramuan yang dikenal dengan “bu abuh” yaitu berfungsi, mengecilkan perut vagina, membersihkan rahim, memulihkan tenaga: bahan utama adalah air abu dapur utamanya abu batok kelapa ½ ember ± 4 liter air dari perasan empon-empon bawang putih, bangle, asam dan cuka + gula semua bahan di ambil airnya dimasak dengan air abu (landena abu: Madura) kecuali cuka, cuka dipakai ketika mau minum. Ramuan ini diminum 2 x sehari, 1x1 gelas untuk menguras kotoran di rahim yang oleh orang Madura dikenal dengan “aeng koneng” caranya dengan meminum air perasan mengkudu + cuka + gula (campuran) maka ia akan terhindar dari penyakit kuning dan lemah syahwat.
Paket perawatan untuk calon pengantin putri belum ditemukan, hanya ada cara menambah elok seorang perempuan ketika mau dinikahkan oleh para pengias pengantin yang dikenal dengan istilah “pangaber” semacam ilmu pelet tetapi islami, teknik ini sulit juga diungkap karena menjadi rahasia mereka.
Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/
Lihat Juga Artikel lain dengan cara meng KLIK di bawah ini :
http://globalsearch1.blogspot.com/
http://peluangusahamakro.blogspot.com/

0 comments:
Post a Comment